☼ JANGAN MENYALAHKAN JIKA TAK MAMPU MEMBERI SOLUSI ☼

Terkedang kita mudah untuk menilai orang lain dengan mencari-cari kesalahan orang lain atau mengkritik orang lain ,berkata “itu salah/kamu salah” kepada orang lain,… namun apa solu
sinya???? sudahkah kita memberikan solusi????
tentu saja sebagai manusia biasa pasti tak luput dari kesalahan,…
namun bukan itu yang di butuhkan,.. bukan hanya cacian ataupun teguran,… melainkan solusinya. bagaimana agar orang yang melakukan kesalahan tersebut tidak mengulangi kesalahannya lagi atau sadar akan kesalahannya itu…..
tidak mungkin kesalahan itu terjadi di inginkan oleh seseorang yang melakukannya atau sudah di inginkan kesalahan tersebut, pastinya mereka juga ingin benar,…. jadi memang terkadang kesalahan itu terjadi tanpa di sadari oleh pelakunya,… dan kalau sudah terjadi sebuah kesalahan, apakah mungkin waktu itu bisa di ulang kembali? tentu tidak kan? kalau nasi sudah menjadi bubur, tidak mungkin bisa menjadi nasi lagi, tetapi bagaimana caranya agar bubur tersebut bisa di olah dan bisa enak untuk di nikmati,…

Semua Berawal Dari Niat

Umar bin Alkhathab r.a. berkata : Saya telah mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda : Sesungguhnya tiap amal perbuatan itu tergantung pada niat. Dan yang teranggap bagi tiap orang apa yang ia niatkan. Maka siapa yang niat hijrah karena Allah, ta’at pada Allah dan Rasulullah, maka hijrah itu benar-benar kepada Allah dan RasululNya, dan siapa yang niat hijrah untuk keuntungan dunia dan yang akan di dapat, atau wanita yang akan di kawin maka hijrahnya terhenti pada apa yang ia hijrah karenanya.

( H.R. Bukhari, Muslim ).

☼ … Si Belang … ☼

Assalamu’alaikum warahmatullahiwabarakatu,…

Ini adalah kisah malang seekor kucing, berikut adalah kisahnya,…

Dia adalah seekor kucing yang di besarkan oleh seorang majikan yang cukup kaya… tuannya sangat menyayanginya, oleh karena itu hidupnyapun di jamin mewah dan selalu di beri perawatan yang lebih dari kucing biasa yang ada di jalanan ataupun kucing rumahan yang hanya sekedar di jadikan

penjaga rumah bagi majikannya. Panggil saja dia dengan sebutan si Belang, karena bulunya berwarna hitam dan putih. sebenarnya dia hanyalah keturunan dari kucing biasa. namun memang dia di perlakukan beda oleh majikannya,.. dulu kesehariannya selalu di beri miniman susu dan kesehatannya selalu di perhatikan ,… selalu di mandikan dan di beri perawatan. sehingga ia terlihat sebagai sosok kucing tampan yang terpelihara. Kebetulan tuannya adalah seorang dokter,… namun sudah pengsiun lantaran usianya sudah separuh baya….

kehidupan si belang saat itu memang di bilang mewah, sebagai kucing rumahan yang terpelihara ia jarang sekali keluar dari lingkungan tempat tinggal majikannya,… dan jarang bergaul dengan kucing liar,… ia sangat menggemaskan dan terkenal dengan kucing penurut dan lucu,…

Namun keadaan itu mulai berubah semenjak tuannya meninggal,… memang anak dari tuannya juga menyayangi kucing namun ia jarang berada di rumah,.. jadi si kucing tidak lagi di perhatikan,… semenjak itu si belang tidak lagi terurus,….
ia mulai keluar dari lingkungan tempat tinggal tuannya,.. berharap bisa mendapat kasih sayang dari manusia lainnya,…. ia hanyalah seekor kucing yang dulu hidupnya serba mewah dan di manja… ketika keluar,… ia tak tahu bagaimana harus mencari makan,…di luar memang banyak kucing liar, namun nampaknya kucing” tersebut tidak bersahabat dengan si Belang dan si Belang terlihat asing,…. hari demi hari berlalu,…. si belang tidak terbiasa makan makanan yang biasa di makan kucing liar,… namun karena terpaksa ia mencoba untuk membiasakan dan beradaptasi dengan lingkungan dan memakan”an yang tidak biasa ia makan….

keadaan tersebut membuatnya tidak semakin baik malah semakin buruk,… tubuhnya mulai kurus dan kotor,… ia tidak lagi nampak seperti kucing yang lucu, bersih dan terawat,… ia bukan lagi kucing tampan,… melainkan menjadi seekor kucing jelek,….
selain itu, ketika ia di luar,… si Belang harus di hadapkan dengan masalah lain,…. ketika mencari makn ia sering bersamaan dengan kucing liar yang juga sedang mencari makan,… suatu hari si Belang tengah mencari makan, dan ia menemukan makanan di sebuah tong sampah ,… ketika ia hendak memakannya,… datanglah beberapa kucing liar yang waktu itu sedang kelaparan,… dan kucing” tersebut berusaha merebut makanan yang di temukan si Belang, selain itu kucing” tersebut menyerang si belang,… namun karena si belang tidak terbiasa berkelahi seperti kucing” liar lainnya,.. iapun tidak berani melawannya di tambah lagi mereka tidak sendiri melainkan beberapa kucing,…

sungguh naas nasib si Belang, sudah makanaannya di rebut di tambah lagi tubuhnya luka” karena terkena cakaran dan gigitan kucing” liar tersebut,… begitulah kehidupan si belang semenjak tuannya meninggal,… setiap hari ia berkeliling ke rumah” warga berharap mendapatkan makanan,…. namun tak jarang ia harus sengsara,…

suatu hari si belang menghampiri sebuah rumah warga yang menjadi tetangga rumah tuannya,… di situ ia berharap mendapatkan perlakuan baik dan mendapatkan makanan yang cukup,… namun warga tersebut menjadikannya penjaga rumahnya dari tikus,… sedangkan si Belang sendiri belum pernah melakukannya dan belum pernah berburu dan memakan tikus,…. suatu ketika si belang berhasil menangkap seekor tikus,… namun ia tidak memakannya,… melainkan ia bawa keluar,… semenjak itu ia lumayan mendapatkan perlakuan baik dari warga tersebut,….

namun keadaan itu tidak berlangsung seterusnya demikian,… si belang masih suka berkeliling kerumah warga lain,.. dan ketika telah sampai di rumah seorang warga yang menolongnya pertama tadi,… keadaannya telah mengenaskan,… tubuhnya semakin banyak di penuhi lika dan darah,…. entah apa yang terjadi padanya di luar sana,… namun keadaan tersebut membuat tubuhnya semakin memburuk hingga usia si Belang tak lagi muda,… ia juga sudah jarang sekali mendapatkan tikus dari rumah warga tersebut,… sehingga ia jarang di beri makan lagi,…

suatu hari warga tersebut tidak sengaja menaruh daging di bawah,… kemudian datanglah si Belang yang kebetulan sedang lapar,… si Belang lantas memakan daging tersebut,… tak lama kemudian warga tersebut datang dan mendapati si Belang tengah memakan dagingnya,… kemudian iapun memukul si Belang,… si Belangpun ketakutan dan tertunduk,… ia tak beraniu melawan melainkan pasrah terhadap orang tersebut,….

Demikianlah kisah kucing malang tersebut,….

wahai sahabat semoga dapat di ambil hikmah dari kisah si Belang tadi,… di dalam agama Islam , kita juga di ajarkan untuk berbuat baik & menaruh belas kasihan terhadap binatang….Hal ini karena Islam datang membawa kasih sayang & rahmat bagi alam semesta….

Nabi n bersabda:
مَنْ لَا يَرْحَمْ لَا يُرْحَمْ
“Orang yang tak menyayangi maka tak disayangi (oleh Allah l).” (HR. Al-Bukhari no. 6013)

oleh karena itu janganlah kita semena-mena terhadap binatang, karena bagaimanapun binatang adalah makhluk Allah jua yang berhak menerima kasih sayang dari kita manusia, janganlah mentang” kedudukan kita sebagai manusia yang lebih tinggi dari binatang dan sebagai makhluk yang paling sempurna dan jauh lebih cerdas dari binatang, kita bisa semena” terhadapnya,… jangan sob,… bisa jadi binatang tersebut lebih mulia dari pada kita,… para nabi saja banyak yang mencontohkan tentang kasih sayang terhadap binatang , salah satunya adalah nabi Sulaiman As,.. dan masih banyak yang lainnya,….

“Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya.” (Al-Zalzalah: 7)
Bila orang yang berbuat baik kepada binatang mendapatkan ampunan dari Allah l, maka sebaliknya orang yang menzalimi binatang akan diancam dgn azab….

WAllahu’alam,….

semoga bermanfaat,.. adapun kesalahan dari oenulisan saya, saya harap untuk di maklumi,… sesungguhnya kebenaran dan kesempurnaan itu datangnya dari Allah, sedangkan kesalahan itu datangnya dari diri saya sendiri,…

Wassalamu’alaikum warahmatullahiwabarakatu,.

“YANG HARUS KAU TAHU”

Bukan tak ingin kumembalas ungkapan cintamu kepadaku
Tapi jujur, aku terlalu takut kau terfitnah dengan diri ini
Bukan juga tak mau ku menerima semua pemberianmu

Tapi sungguh, aku terlalu takut ia kan menjadi perantara fitnah diantara kita
Pun bukan bermaksud ku berpaling dari tatapanmu
Hanya saja, diri ini terlalu takut jika kelak pandanganmu menghalagi pandangaku memandang-Nya
Percayalah…….
Andai tiba saatnya nanti kita tertaqdir memadu kasih bersama dalam ridha-Nya
Kan kubalas penuh ketundukan ungkapan cintamu itu
Andai tiba saatnya nanti kita bersanding dalam dekapan kasih-Nya
Kan kurelakan semuanya tentangku kepadamu
Andai tiba saatnya nanti kita saling terhalal dalam catatan syari’at-Nya
Kan kupandagi wajah indahmu itu penuh cinta karena-Nya
Untuk itu………
Tak usah lagi kau bersusah payah mencari cara agar daku tahu bahwa kau mencintaku
Tak usah lagi kau siksa dirimu berpanasria hanya demi mengungkapkan cinta kepadaku
Karna sejatinya aku sangat mencintamu atau mencintainya yang tertaqdir membersamaiku dalam ketetapan-Nya………

 Gambar